Rabu, 30 Maret 2011

struktur sistem operasi

Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai struktur yang sama. Namun menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
  • Managemen Proses.
  • Managemen Memori Utama.
  • Managemen Secondary-Storage.
  • Managemen Sistem I/O.
  • Managemen Berkas.
  • Sistem Proteksi.
  • Jaringan.
  • Command-Interpreter system.
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti:
  • Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
  • Menunda atau melanjutkan proses.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.


Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
  • Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
  • Memilih program yang akan di-load ke memori.
  • Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary-storage adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-management seperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.
Sering disebut device manager. Menyediakan "device driver" yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
  • Buffer: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
  • Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
  • Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi "rinci" untuk perangkat keras I/O tertentu.
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi bertanggung-jawab:
  • Pembuatan dan penghapusan berkas.
  • Pembuatan dan penghapusan direktori.
  • Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
  • Memetakan berkas ke secondary storage.
  • Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus:
  • membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
  • specify the controls to be imposed.
  • provide a means of enforcement.
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan:
  • Computation speed-up.
  • Increased data availability.
  • Enhanced reliability.
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk "load" program ke memori dan menjalankan program. Operasi I/O: pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Sistem manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada berkas (membaca, menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data/ informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi "error", perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
  • Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke beberapa pengguna atau job yang jalan pada saat yang bersamaan.
  • Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna dikontrol aksesnya ke sistem).
  • Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau kebijaksanaan).
System call menyediakan interface antara program (program pengguna yang berjalan) dan bagian OS. System call menjadi jembatan antara proses dan sistem operasi. System call ditulis dalam bahasa assembly atau bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh: UNIX menyediakan system call: read, write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
  • Melalui registers (sumber daya di CPU).
  • Menyimpan parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk oleh pointer yang disimpan di register.
  • Push (store) melalui "stack" pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.
Sebuah mesin virtual (Virtual Machine) menggunakan misalkan terdapat sistem program => control program yang mengatur pemakaian sumber daya perangkat keras. Control program = trap System call + akses ke perangkat keras. Control program memberikan fasilitas ke proses pengguna. Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan interface "identik" dengan apa yang disediakan oleh perangkat keras => sharing devices untuk berbagai proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking: seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
Target untuk pengguna: sistem operasi harus nyaman digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat. Target untuk sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi, dan dipelihara, sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
  • Mekanisme menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
  • Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan.
Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Implementasi Sistem biasanya menggunakan bahas assembly, sistem operasi sekarang dapat ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah dimengerti dan didebug. Sistem operasi lebih mudah dipindahkan ke perangkat keras yang lain bila ditulis dengan bahasa tingkat tinggi.
Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap komputer. Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari sistem perangkat keras.
  • Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
  • Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.
  •  
Layanan Sistem Operasi, System Calls, dan System Program
Layanan Sistem Operasi
Layanan sistem operasi dirancang untuk membuat pemrograman menjadi lebih mudah.
1.     Pembuatan Program
Sistem operasi menyediakan berbagai fasilitas yang membantu programer dalam membuat program seperti editor. Walaupun bukan bagian dari sistem operasi, tapi layanan ini diakses melalui sistem operasi.
2.     Eksekusi Program
Sistem harus bisa me-load program ke memori, dan menjalankan program tersebut. Program harus bisa menghentikan pengeksekusiannya baik secara normal maupun tidak (ada error)
3.     Operasi I/O
Program yang sedang dijalankan kadang kala membutuhkan I/O. Untuk efisiensi dan keamanan, pengguna biasanya tidak bisa mengatur peranti I/O secara langsung, untuk itulah sistem operasi harus menyediakan mekanisme dalam melakukan operasi I/O.
4.     Manipulasi Sistem Berkas
Program harus membaca dan menulis berkas, dan kadang kala juga harus membuat dan menghapus berkas.
5.     Komunikasi
Kadang kala sebuah proses memerlukan informasi dari proses yang lain. Ada dua cara umum dimana komunikasi dapat dilakukan. Komunikasi dapat terjadi antara proses dalam satu komputer, atau antara proses yang berada dalam komputer yang berbeda, tetapi dihubungkan oleh jaringan komputer. Komunikasi dapat dilakukan dengan pembagian memori(penggunaan bersama, share-memory)atau message-passsing, dimana sejumlah informasi dipindahkan antara proses oleh sistem operasi.
6.     Deteksi Error
Sistem operasi harus selalu waspada terhadap kemungkinan error. Error dapat terjadi di CPU dan memori perangkat keras, I/O, dan di dalam program yang dijalankan pengguna. Untuk setiap jenis error sistem operasi harus bisa mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan jalannya proses komputasi.
Disamping pelayanan diatas, sistem operasi juga menyediakan layanan lain. Layanan ini bukan untuk membantu pengguna tapi lebih pada mempertahankan efisiensi sistem itu sendiri. Layanan tambahan itu yaitu :
1.     Alokasi Sumber Daya
Ketika beberapa pengguna menggunakan sistem atau beberapa program dijalankan secara bersamaan, sumber daya harus dialokasikan bagi masing-masing pengguna dan program tersebut.
2.     Accounting
Kita menginginkan agar jumlah pengguna yang menggunakan sumber daya, dan jenis sumber daya yang digunakan selalu terjaga. Untuk itu maka diperlukan suatu perhitungan dan statistik. Perhitungan ini diperlukan bagi seseorang yang ingin merubah konfigurasi sistem untuk meningkatkan pelayanan.
3.     Proteksi
System Calls
Biasanya tersedia sebagai instruksi bahasa rakitan. Beberapa sistem mengizinkan system calls dibuat langsung dari program bahasa tingkat tinggi. Beberapa bahasa pemrograman (contoh : C, C++) telah didefenisikan untuk menggantikan bahasa rakitan untuk sistem pemrograman.
Tiga metode umum yang digunakan dalam memberikan parameter kepada sistem operasi
  • Melalui register
  • Menyimpan parameter dalam blok atau tabel pada memori dan alamat blok tersebut diberikan sebagai parameter dalam register
  • Menyimpan parameter (push) ke dalam stack (oleh program), dan melakukan pop off pada stack (oleh sistem operasi)
Memberikan parameter melalui tabel
Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts, 6th ed, .2003, New York: John Wiley & Son.Inc , halaman 65
Jenis System Calls
1.     Kontrol Proses
System calls yang berhubungan dengan kontrol proses antara lain ketika penghentian pengeksekusian program. Baik secara normal (end) maupun tidak normal (abort). Selama proses dieksekusi kadang kala diperlukan untuk meload atau mengeksekusi program lain, disini diperlukan lagi suatu system calls. Juga ketika membuat suatu proses baru dan menghentikan sebuah proses. Ada juga system calls yang dipanggil ketika kita ingin meminta dan merubah atribut dari suatu proses.
MS-DOS adalah contoh dari sistem single-tasking. MS-DOS menggunakan metode yang sederhana dalam menjalankan program dan tidak menciptakan proses baru. Program di-load ke dalam memori, kemudian program dijalankan.
Eksekusi MS-Dos
Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts, 6th ed, .2003, New York:John Wiley & Son.Inc , halaman 68
Barkeley Unix adalah contoh dari sistem multi-tasking. Command interpereter masih tetap bisa dijalankan ketika program lain dieksekusi.
Multi program pada Unix
Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts, 6th ed, .2003, New York:John Wiley & Son.Inc , halaman 69
2.     Manajemen Berkas
System calls yang berhubungan dengan berkas sangat diperlukan. Seperti ketika kita ingin membuat atau menghapus suatu berkas. Atau ketika ingin membuka atau menutup suatu berkas yang telah ada, membaca berkas tersebut, dan menulis berkas itu.System calls juga diperlukan ketika kita ingin mengetahui atribut dari suatu berkas atau ketika kita juga ingin merubah atribut tersebut. Yang termasuk atribut berkas adalah nama berkas, jenis berkas, dan lain-lain
Ada juga system calls yang menyediakan mekanisme lain yang berhubungan dengan direktori atau sistim berkas secara keseluruhan. Jadi bukan hanya berhubungan dengan satu spesifik berkas. Contohnya membuat atau menghapus suatu direktori, dan lain-lain
3.     Manajemen Peranti
Program yang sedang dijalankan kadang kala memerlukan tambahan sumber daya. Jika banyak pengguna yang menggunakan sistem dan jika diperlukan tambahan sumber daya maka harus meminta peranti terlebih dahulu. Dan setelah selesai penggunakannnya harus dilepaskan kembali. Ketika sebuah peranti telah diminta dan dialokasikan maka peranti tersebut bisa dibaca, ditulis, atau direposisi.
4.     Informasi Maintenance
Beberapa system calls disediakan untuk membantu pertukaran informasi antara pengguna dan sistem operasi. Contohnya system calls untuk meminta dan mengatur waktu dan tanggal. Atau meminta informasi tentang sistem itu sendiri, seperti jumlah pengguna, jumlah memori dan disk yang masih bisa digunakan, dan lain-lain. Ada juga system calls untuk meminta informasi tentang proses yang disimpan oleh sistem dan system calls untuk merubah ( reset ) informasi tersebut.
5.     Komunikasi
Dua model komunikasi
o    message-passing
pertukaran informasi dilakukan melalui fasilitas komunikasi antar proses yang disediakan oleh sistem operasi.
o    shared-memory
Proses menggunakan memori yang bisa digunakan oleh berbagai proses untuk pertukaran informasi dengan membaca dan menulis data pada memori tersebut.
Mekanisme komunikasi
Sumber: Silberschatz,et.al, Operating System Concepts,6th e, .2003, New York:John Wiley & Son.Inc, halaman 72
System Program
System program menyediakan lingkungan yang memungkinkan pengembangan program dan eksekusi berjalan dengan baik.
Dapat dikategorikan :
  • Manajemen/manipulasi Berkas
Membuat, menghapus, copy, rename, print, memanipulasi berkas dan direktori
  • Informasi status
Beberapa program meminta informasi tentang tanggal, jam, jumlah memori dan disk yang tersedia, jumlah pengguna dan informasi lain yang sejenis.
  • Modifikasi berkas
membuat berkas dan memodifikasi isi berkas yang disimpan pada disk atau tape.
  • Pendukung bahasa pemrograman
kadang kala kompilator, assembler, dan interpreter dari bahasa pemrograman diberikan kepada pengguna dengan bantuan sistem operasi.
  • Loading dan eksekusi program
Ketika program di-assembly atau di-compile, program tersebut harus di-load ke dalam memori untuk dieksekusi. Untuk itu sistem harus menyediakan absolute loaders, relocatable loaders, linkage editors,dan overlay loaders
  • Komunikasi
menyediakan mekanisme komunikasi antara proses, pengguna, dan sistem komputer yang berbeda. Sehingga pengguna bisa mengirim pesan, menelusuri halaman web, mengirim e-mail, atau mentransfer berkas.
Exchange Server 2003 sangat bergantung pada sistem operasi untuk komunikasi jaringan, keamanan, layanan direktori, dan sebagainya. For example, Exchange Server 2003 requires TCP/IP and depends on the TCP/IP protocol stack and related components. Sebagai contoh, Exchange Server 2003 membutuhkan TCP / IP dan tergantung pada protokol TCP / IP stack dan komponen terkait. These components are implemented in kernel drivers deeply integrated into the Windows I/O subsystem. Komponen-komponen ini diimplementasikan dalam driver kernel sangat terintegrasi ke dalam saya Windows / O subsistem. Exchange Server 2003 uses standard Microsoft Win32 programming interfaces to interact with the kernel. Exchange Server 2003 menggunakan standar Microsoft Win32 antarmuka pemrograman untuk berinteraksi dengan kernel.
In addition to the Windows kernel, Exchange Server 2003 has the following Windows services dependencies: Selain kernel Windows, Exchange Server 2003 memiliki layanan Windows dependensi berikut:
  • Event Log This service enables event log messages issued by Exchange services and other Windows-based programs and components to be viewed in Event Viewer. Event Log Layanan ini memungkinkan pesan log event yang diterbitkan oleh layanan Exchange dan program berbasis Windows lainnya dan komponen yang dapat dilihat dalam Event Viewer. This service cannot be stopped. Layanan ini tidak dapat dihentikan.
  • NTLM Security Support Provider This service provides security for programs that use remote procedure calls (RPCs) and transports other than named pipes to log on to the network using the NTLM authentication protocol. NTLM Security Support Penyedia Layanan ini memberikan keamanan untuk program yang menggunakan prosedur panggilan jarak jauh (RPC) dan transport selain bernama pipa untuk log on ke jaringan menggunakan protokol otentikasi NTLM.
  • Remote Procedure Call (RPC) This service enables the RPC endpoint mapper to support RPC connections to the server. Remote Procedure Call (RPC) Layanan ini memungkinkan endpoint mapper RPC RPC untuk mendukung koneksi ke server. This service also serves as the Component Object Model (COM). Layanan ini juga menjabat sebagai Component Object Model (COM).
    RPCs and lightweight remote procedure calls (LRPCs) are important inter-process communication mechanisms. RPC dan ringan prosedur panggilan jarak jauh (LRPCs) yang penting inter-proses mekanisme komunikasi. LRPCs are local versions of RPCs. LRPCs adalah versi lokal dari RPC. LRPCs are used between the Exchange store and those server components that depend on MAPI and related APIs for communication, such as messaging connectors to non-Exchange messaging systems. LRPCs digunakan antara toko Exchange dan komponen server yang bergantung pada MAPI dan API terkait untuk komunikasi, seperti pesan konektor untuk non-Exchange sistem pesan. Regular RPCs, however, are used when clients must communicate with server services over the network. RPC Reguler, bagaimanapun, adalah digunakan ketika klien harus berkomunikasi dengan layanan server melalui jaringan. Typical RPC clients are MAPI clients, such as Microsoft Outlook and Exchange System Manager, but internal components of System Attendant, such as DSProxy, are also RPC clients. Khas RPC MAPI klien adalah klien, seperti Microsoft Outlook dan Exchange System Manager, tapi komponen internal Sistem Penolong, seperti DSProxy, juga RPC klien. To accept directory requests from MAPI clients and pass them to an address book provider, DSProxy must use RPCs to communicate with Active Directory through the name service provider interface (NSPI). Untuk menerima permintaan dari klien MAPI direktori dan meneruskannya ke penyedia buku alamat, DSProxy harus menggunakan RPC untuk berkomunikasi dengan Active Directory melalui antarmuka nama penyedia layanan (NSPI). For more information about DSProxy, see
    Exchange Server 2003 and Active Directory . Untuk informasi lebih lanjut tentang DSProxy, lihat Exchange Server 2003 dan Active Directory .
    It is important to understand that RPCs are an application-layer communication mechanism, which means that RPCs use other network communication mechanisms, such as NetBIOS, named pipes, or Windows Sockets, to establish the communication path. Penting untuk memahami bahwa RPC merupakan mekanisme aplikasi-lapisan komunikasi, yang berarti bahwa RPC menggunakan mekanisme komunikasi jaringan lain, seperti NetBIOS, pipa bernama, atau Socket Windows, untuk membangun jalur komunikasi. To create a connection, the RPC endpoint mapper is required, because the client must first determine the endpoint that should be used. Untuk membuat sambungan, RPC endpoint mapper diperlukan, karena klien harus terlebih dahulu menentukan titik akhir yang harus digunakan. RPC server services use dynamic connection endpoints, by default. layanan RPC server menggunakan koneksi endpoint dinamis, secara default. In a TCP/IP network, the client connects to the RPC endpoint mapper through TCP port 135, queries for the current TCP port of the desired service (for example, the Name Service Provider Interface (NSPI) port of Active Directory), obtains this TCP port from the endpoint mapper, and then uses this TCP port to establish the RPC connection to the actual RPC server. Dalam sebuah jaringan TCP / IP, klien terhubung ke RPC endpoint mapper melalui port TCP 135, query untuk port TCP saat layanan yang dikehendaki (misalnya, Nama Service Provider Interface (NSPI) pelabuhan Active Directory), memperoleh ini port TCP dari endpoint mapper, dan kemudian menggunakan TCP port ini untuk melakukan sambungan ke server RPC RPC sebenarnya. The following figure illustrates the role of the RPC endpoint mapper. Gambar berikut ini menunjukkan peran RPC endpoint mapper.
Establishing an RPC connection to Active Directory Membuat koneksi RPC untuk Active Directory
Note: Catatan:
By default, Exchange services use dynamic TCP ports between 1024 and 5000 for RPC communication. Secara default, layanan Efek dinamis menggunakan port TCP antara 1024 dan 5000 untuk komunikasi RPC. For various services, such as System Attendant and Exchange Information Store service, it is possible to specify static ports using registry parameters. Untuk berbagai layanan, seperti Sistem Penolong dan Pertukaran Informasi layanan Store, adalah mungkin untuk menentukan port statis menggunakan parameter registri. However, the client must contact the RPC endpoint mapper whether the port assignment is dynamic or static. Namun, klien harus menghubungi RPC endpoint mapper apakah tugas pelabuhan dinamis atau statis.
  • Server This service enables file and printer sharing and named pipe access to the server through the server message block (SMB) protocol. Layanan ini memungkinkan server file dan sharing printer dan bernama akses pipa ke server melalui blok pesan server (SMB) protokol. For example, if you access message tracking log files using the message tracking center in Exchange System Manager, you communicate with the server service because message tracking logs are shared for network access through \\<server name>\<server name>.Log , such as \\Server01\Server01.log . Sebagai contoh, jika pesan log pelacakan mengakses file Anda menggunakan pelacakan pusat pesan di Bursa Sistem Manager, Anda berkomunikasi dengan layanan server karena pelacakan log pesan dibagi untuk akses jaringan melalui \ \ <server \ <server <nama <nama. Log, seperti \ \ Server01 \ Server01.log. The SMB protocol is also required for remote Windows administration. Protokol SMB ini juga diperlukan untuk administrasi Windows remote.
    The SCM key for the server service is
    lanmanserver . Kunci SCM untuk layanan server lanmanserver . Underneath this registry key, you can find an important subkey called Shares . Di bawah ini kunci registri, Anda dapat menemukan subkey penting yang disebut Shares . This key contains parameters for all shares on the server. Kunci ini berisi parameter untuk semua saham di server. One share that is particularly important for System Attendant is Address , which provides access to the proxy address generation DLLs that the Recipient Update Service uses to assign mailbox-enabled and mail-enabled recipient objects, X.400, SMTP, Lotus Notes, Microsoft Mail, Novell GroupWise, and Lotus cc:Mail addresses according to the settings in recipient policies. Salah satu saham yang sangat penting bagi Sistem Penolong adalah Address , yang menyediakan akses ke generasi DLL alamat proxy bahwa Penerima Update Service digunakan untuk menetapkan kotak surat-diaktifkan dan mail-enabled objek penerima, X.400, SMTP, Lotus Notes, Microsoft Mail , Novell GroupWise, dan Lotus cc: Mail alamat sesuai dengan pengaturan dalam kebijakan penerima. Address generation DLLs are accessed over the network, because gateway connectors (and their address generation DLLs) do not necessarily exist on the local server running Exchange Server. DLL Alamat generasi diakses melalui jaringan, karena gateway konektor (dan alamat mereka generasi DLL) tidak harus ada pada server lokal yang menjalankan Exchange Server. Recipient Update Service is part of System Attendant, so the server service must be started before System Attendant can start. Penerima Update Service adalah bagian dari Sistem Penolong, sehingga pelayanan server harus dimulai sebelum Sistem Penolong dapat memulai.
  • Workstation This service is the counterpart to the server service. Layanan Workstation adalah mitra ke layanan server. It enables the computer to connect to other computers on the network based on the SMB protocol. Hal ini memungkinkan komputer untuk terhubung ke komputer lain di jaringan berbasis pada protokol SMB. This service must be started before System Attendant will start. Layanan ini harus dimulai sebelum Sistem Penolong akan dimulai.
  • Security Accounts Manager The Security Accounts Manager (SAM) service stores security information for local user accounts and is required for local accounts to log on to the server. Keamanan Account Manager Keamanan Account Manager (SAM) layanan menyimpan keamanan informasi untuk account pengguna lokal dan diperlukan untuk rekening lokal untuk log on ke server. Because all Exchange services must log on to the local computer using the LocalSystem account, Exchange Server 2003 cannot function if this component is unavailable. Karena semua layanan Efek harus log on ke komputer lokal menggunakan account LocalSystem, Exchange Server 2003 tidak dapat berfungsi jika komponen ini tidak tersedia.
  • Windows Management Instrumentation This service provides a standard interface and object model for accessing management information about the computer hardware and software. Windows Management Instrumentation Layanan ini menyediakan interface standar dan model obyek untuk mengakses informasi manajemen tentang hardware dan software komputer. System Attendant is the component in Exchange Server 2003 that is responsible for server monitoring and status. Sistem Attendant adalah komponen dalam Exchange Server 2003 yang bertanggung jawab untuk memantau server dan status. Exchange Server 2003 adds additional Windows Management Instrumentation (WMI) providers to the WMI service, so that you can access Exchange status information through WMI. Exchange Server 2003 menambahkan tambahan Windows Management Instrumentation (WMI) ke layanan penyedia WMI, sehingga Anda dapat mengakses informasi status Efek melalui WMI. The WMI service is required for the Microsoft Exchange Management service to start. Layanan WMI diperlukan untuk layanan Microsoft Exchange Manajemen untuk memulai.
In addition, there are also several Windows services that Exchange Server 2003 requires in specific situations: Selain itu, ada juga beberapa layanan Windows yang Exchange Server 2003 membutuhkan dalam situasi tertentu:
  • COM+ Event System This service supports system event notification for COM+ components, which provide automatic distribution of events to subscribing COM components. COM + Event System Layanan ini mendukung sistem notifikasi kegiatan untuk COM + komponen, yang memberikan distribusi otomatis acara untuk komponen COM berlangganan. You should not disable this service on servers running Exchange Server 2003, because event sinks wrapped in a COM+ component application that run out-of-process on the server will not function properly. Anda tidak harus menonaktifkan layanan ini pada server yang menjalankan Exchange Server 2003, karena tenggelam acara dibungkus dalam sebuah aplikasi COM + komponen yang menjalankan out-of-proses pada server tidak akan berfungsi dengan baik.
  • COM+ System Application This service manages the configuration and tracking of COM+-based components. COM + System Application Layanan ini mengelola konfigurasi dan pelacakan berbasis +-komponen COM. If the service is stopped, most COM+-based components in Exchange Server 2003 will not function properly. Jika layanan ini dihentikan, paling komponen COM +-berbasis di Exchange Server 2003 tidak akan berfungsi dengan baik.
  • Error Reporting Service This is an optional service that enables automatic reporting of errors. Error Reporting Service ini adalah layanan opsional yang memungkinkan pelaporan otomatis dari kesalahan. Servers running Exchange Server can use this service to automatically send fatal service error information to Microsoft. Server menjalankan Exchange Server dapat menggunakan layanan ini untuk secara otomatis mengirim layanan informasi kesalahan fatal ke Microsoft.
  • HTTP SSL This service implements the secure HTTP (HTTPS) for the HTTP service, using Secure Socket Layer (SSL). HTTP SSL Layanan ini mengimplementasikan HTTP aman (HTTPS) untuk layanan HTTP, menggunakan Secure Socket Layer (SSL). If you want to use HTTPS to secure Outlook Web Access or RPC over HTTP connections, you must enable this service. Jika Anda ingin menggunakan HTTPS untuk mengamankan Outlook Web Access atau RPC melalui koneksi HTTP, Anda harus mengaktifkan layanan ini.
  • IPSec Services This service enables Internet Protocol security (IPSec), which provides end-to-end security between clients and servers on TCP/IP networks. IPSec Jasa Layanan ini memungkinkan keamanan Internet Protocol (IPSec), yang memberikan-to-end keamanan end antara klien dan server pada jaringan TCP / IP. This service must be enabled if you want to use IPSec to secure network traffic between a server running Exchange Server and other computers on the network, such as a front-end server running Exchange Server or domain controller. Layanan ini harus diaktifkan jika Anda ingin menggunakan IPSec untuk mengamankan lalu lintas jaringan antara server yang menjalankan Exchange Server dan komputer lain di jaringan, seperti server front-end menjalankan Exchange Server atau kontroler domain.
  • Microsoft Search This service enables the indexing of information stored on the server. Cari microsoft Layanan ini memungkinkan pengindeksan informasi yang tersimpan di server. This service is required if you want to enable full-text indexing on a mailbox or public folder store on the server running Exchange Server. Layanan ini diperlukan jika anda ingin mengaktifkan pengindeksan teks lengkap pada kotak surat atau simpan folder publik pada server yang menjalankan Exchange Server.
  • Microsoft Software Shadow Copy Provider This service manages software-based volume shadow copies taken by the Microsoft Volume Shadow Copy service. Microsoft Software Shadow Copy Provider Layanan ini mengelola salinan volume shadow berbasis perangkat lunak yang diambil oleh Shadow Volume Copy layanan Microsoft. If you are using the Windows Backup tool to backup Exchange Server 2003 messaging databases, you can stop this service, because the Windows Backup tool does not rely on the Volume Shadow Copy service. Jika Anda menggunakan alat Windows Backup untuk backup Exchange Server 2003 database pesan, Anda dapat menghentikan layanan ini, karena alat Windows Backup tidak bergantung pada layanan Volume Shadow Copy. If you are using a non-Microsoft backup solution, on the other hand, which does use the Volume Shadow Copy service, you must enable this service. Jika Anda menggunakan solusi non-Microsoft backup, di sisi lain, yang tidak menggunakan layanan Volume Shadow Copy, Anda harus mengaktifkan layanan ini. In general, this service should have the same startup type as the Volume Shadow Copy service. Secara umum, layanan ini harus memiliki tipe startup sama dengan layanan Volume Shadow Copy.
  • Net Logon This service enables a secure channel between the server running Exchange Server and a domain controller. Logon Bersih Layanan ini memungkinkan saluran yang aman antara server yang menjalankan Exchange Server dan kontroler domain. This service is required for users to access mailboxes on the server running Exchange Server and for any service that is using a domain account to start. Layanan ini diperlukan bagi pengguna untuk mengakses kotak surat di server yang menjalankan Exchange Server dan untuk setiap layanan yang menggunakan account domain untuk memulai.
  • Performance Logs and Alerts This service collects performance data from local or remote computers based on preconfigured schedule parameters, and then writes the data to a log or triggers an alert. Kinerja Log dan Peringatan Layanan ini mengumpulkan data kinerja dari komputer lokal atau remote berdasarkan parameter jadwal yang telah dikonfigurasikan, dan kemudian menulis data ke log atau memicu peringatan. If you stop this service, you cannot collect performance information using the Performance Logs and Alerts snap-in, which is available in the Performance tool. Jika Anda berhenti layanan ini, Anda tidak dapat mengumpulkan informasi performa menggunakan Log Kinerja dan Pemberitahuan snap-in, yang tersedia dalam alat Kinerja.
  • Remote Registry This service enables users to modify registry settings remotely. Remote Registry Layanan ini memungkinkan pengguna untuk mengubah setting registry jauh. Exchange System Manager requires access to the registry, for example, if you want to configure diagnostics logging for Exchange services. Exchange System Manager membutuhkan akses ke registry, misalnya, jika Anda ingin mengkonfigurasi logging diagnostik untuk layanan Exchange. This service must be available if you run Exchange System Manager on a management workstation. Layanan ini harus tersedia jika Anda menjalankan Exchange System Manager pada workstation manajemen. If this service is stopped, the registry can only be modified on the local server. Jika layanan ini dihentikan, registri hanya dapat diubah di server lokal.
  • System Event Notification This service monitors system events and notifies subscribers to COM+ Event System of these events. Sistem Pemberitahuan Event Layanan ini memonitor kejadian sistem dan memberitahu pelanggan untuk COM + Event System peristiwa ini. If this service is stopped, COM+ Event System subscribers do not receive Exchange system event notifications. Jika layanan ini dihentikan, COM + Event System pelanggan tidak menerima notifikasi peristiwa sistem Exchange. The following table lists the system events provided by Exchange Server 2003. Tabel berikut berisi kejadian sistem yang disediakan oleh Exchange Server 2003.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar